Pages

Rabu, 13 November 2013

Manfaat buah markisa dan pembudidayaanya

Letak Indonesia yang berada di iklim tropis meyebabkan Indonesia memiliki tanah yang subur sehingga berpotensi untuk ditanami berbagai macam tanaman termasuk buah-buahan. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan sebagian buah-buahan yang ada di bumi dapat dikembangkan di Indonesia, salah satunya markisa.
Markisa merupakan tanaman yang sekarang ini mulai dikembangkan di Indonesia. Markisa bukan merupakan tanaman asli Indonesia namun banyak masyarakat Indonesia yang menyukainya. Cara penanamannya yang tidak terlalu sulit menjadikan markisa banyak ditanam oleh masyarakat di sekitar pekarangan rumahnya. Markisa juga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk tempat penanamannya, tetapi banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penanaman markisa yang baik dan benar. Oleh karena itu disini penulis ingin memaparkan cara-cara pembudidayaan markisa yang baik dan benar sehingga markisa dapat tumbuh dengan maksimal dan menghasilkan buah yang segar.
Dalam buah markisa juga terdapat kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Buah markisa juga dapat dikonsumsi masyarakat guna memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuhnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin sendiri.
Markisa (Portugis: maracujá; Spanyol: maracuyá) tergolong ke dalam genus Passiflora yang berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika Latin. Tanaman tersebut bukan merupakan tanaman asli Indonesia, namun termasuk salah satu tanaman impor yang kemudian berhasil dikembangkan di Indonesia. Buahnya memiliki rasa yang khas, dengan rasa asam yang berpadu dengan rasa manis sehingga memberikan sensasi menyegarkan. Di negara asalnya tanaman ini tumbuh liar di hutan-hutan basah yang mempunyai ratusan spesies Passiflora. Di Indonesia sendiri tanaman ini sudah mulai dikembangkan di beberapa propinsi terutama di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, dan Sulawesi Selatan.
Tanaman markisa merupakan tanaman berkayu yang tumbuh memanjat dengan bantuan sulur (akar panjat) dengan panjang batang bisa mencapai 10 meter serta cabang dan ranting yang sangat rapat. Bentuk daun markisa bisa berupa daun tunggal maupun menjari. Bunga tumbuh di sekitar ketiak daun dan memiliki kelopak bunga yang berwarna-warni sehingga terlihat indah. Benang sari berupa rumbai yang juga berwarna-warni dengan tiga kepala putik yang tampak menonjol. Bunga markisa termasuk hermafrodit (berkelamin dua) dan memiliki mahkota bunga yang berwarna ungu keputih-putihan.
Semua tanaman markisa memiliki akar tunggang  dan akar samping yang dangkal. Akar samping menyerupai serabut dan bersifat lunak. Akar samping tersebut berfungsi untuk melekatkan batang tanaman markisa pada tiang rambatan.
Markisa berkulit buah tipis dengan ketebalan sekitar 0,5 mm seperti gabus yang keras dan mudah pecah ketika masih mentah. Kulit tersebut berubah menjadi lentur ketika sudah masak. Dalam rongga buah terdapat puluhan biji pipih 0,5 cm dan berwarna hitam, serta mempunyai kulit biji yang lumayan keras. Bijinya sendiri berkeping dua dan berwarna putih. Kulit biji tersebut  dilapisi oleh pulp yang berwarna kuning muda sampai oranye. Kecuali markisa manis yang kulit bijinya berwarna putih. Ukuran buah, ketebalan pulp, aroma dan tingkat kemasamannya menjadi standar dalam menentukan kualitas markisa. Semakin besar ukuran buah dan semakin tebal  pulpnya  dengan tingkat keharuman serta kemasaman tinggi akan menambah kualitas markisa tersebut. Namun markisa besar justru tidak menarik karena rasa buahnya relatif tawar dengan aroma yang tidak kuat.
Tanaman markisa memiliki 400 jenis (spesies) markisa (Passiflora Sp.). Dari 400 jenis markisa tersebut, tidak semuanya penghasil buah namun kebanyakan hanya berfungsi sebagai tananman hias. Spesies yang selama ini dibudidayakan sebagai penghasil buah pun hanya beberapa jenis. Diantaranya adalah :
  1. Markisa besar (Passiflora quadrangularis), giant granadilla, erbis, garbis, grabis.
  2. Markisa manis (Passiflora edulis var. flavicarpa; P. foetida; P. laurifolia; P. malformis; P. incarnata; P. ligularis), yellow passion, sweet granadilla, sweet calabash, lilikoi, wild water lemon, maypop, konyal.
  3. Markisa masam kuning (Passiflora laurifolia; P. nitida; P. platyloba; P. popenovii), yellow granailla, rola.
  4. Markisa masam merah (Passiflora coccinea; P. incarta), red granadilla.
  5. Markisa masam ungu (Passiflora edulis var. edulis; P. caerulea; P. caudate), purple/blue passion, purple granadilla, siuh.
  6. Markisa pisang (Passiflora antioquiensis; P. mollissima).
  7. Markisa wangi (Passiflora alata).
Selain beberapa jenis di atas, banyak pula hibrida serta klon baru yang kemudian dikembangkan sebagai tanaman buah penghasil jus. Salah satu hibrida yang tahun 1990-an dikembangjkan di Indonesia adalah markisa masam dataran rendah atau disebut rola. Meskipun jenis ini mampu produktif mulai dari ketinggian 0 – 600 m di atas permukaan laut dan mudah dibudidayakan, namun sampai sekarang belum ada pihak yang serius mengembangkannya. Padahal markisa masam merupakan bahan konsentrat (jus) dengan nilai komersial yang cukup baik.
Sebagai tanaman penghasil buah, markisa memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi  manusia. Berikut ini adalah kandungan gizi buah markisa per 100 gram.
  1. Karbohidrat sebanyak 23,38 gram (18%).
  2. Protein sebanyak 2,20 gram (4%).
  3. Lemak total sekitar 0,70 gram (3%), dengan kolesterol 0 mg.
  4. Serat diet 10,40 gram(27%).
  5. Vitamin yang terkandung dalam buah markisa terdiri dari: vitamin A 1274 IU sebanyak 43%; vitamin C 30 mg atau 50%; vitamin E 0,02 mcg atau kurang dari 1%; vitamin K sebanyak 0,7 mg atau 0,5%.
  6. Elektrolit terdiri dari: sodium 0 mg; kalium 348 mg atau 1,2%; tembaga 0,086 mg atau 9,5%; besi 1,60 mg atau 20%; magnesium 29 mg atau 7%; fosfor 68 mg atau 10%; selenium 0,6 mcg atau 1%; seng 0,10 mcg atau 1%.
Tanaman markisa merupakan tanaman subtropik, sehingga jika ditanam di Indonesia tempat yang cocok adalah daerah-daerah yang mempunyai ketinggian antara 800 – 1.500 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan minimal 1.200 mm per tahun, suhu lingkungan 20˚C – 30˚C, serta tidak banyak angin.Tanaman markisa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, terutama pada tanah yang gembur, mempunyai cukup bahan organik, mempunyai pH antara 6,5 – 7,5 dan berdrainase baik. Jika tanah tersebut asam, maka perlu penambahan kapur pertanian (dolomit). Pada umumnya lokasi yang sesuai untuk tanaman markisa adalah dataran tinggi, karena kondisi lahannya banyak yang berlereng. Tanaman markisa cocok ditanam di kemiringan lahan  yang tidak lebih dari 15%,  jika lebih harus dibuat terasering untuk memudahkan pemeliharaan tanaman.
Pada proses pembudidayaan markisa, ada hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih bibit markisa. Markisa ungu mempunyai batang yang kecil serta akarnya pendek-pendek sehingga sangat rentan terhadap kerusakan. Selain itu, batang markisa ungu juga tidak tahan terhadap serangga tanah, padahal markisa ungu merupakan jenis yang disukai karena rasanya manis. Beda halnya dengan markisa kuning yang sedikit asam, namun memiliki batang yang bagus. Untuk itu, beberapa orang menggabungkan dua jenis markisa ini dalam pembibitan dengan menyambung batang bawah markisa kuning serta batang atas markisa ungu hingga didapatkan hasil yang baik. Teknik ini sudah dicoba di beberapa daerah dan hasilnya cukup menggembirakan.
Untuk penanaman tidak sulit, hanya saja tanaman ini perlu dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan dapat pula terbuat dari tonggak kayu atau bambu. Cara rambatan yang lain adalah dengan menggunakan kawat yaitu diantara dua tiang disambungkan sebuah kawat rambatan berdiameter sekitar 3 mm. Namun sesuai hasil penelitian oleh Sub Balai Penelitian Holtikultura Berastagi, penggunaan tiang rambatan dengan pucuk bambu tanpa kawat memberi pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman markisa serta jumlah buah dan berat buah per pohon lebih besar dibandingkan dengan tiang rambatan dengan penggunaan kawat (sistem para-para tiang jemuran dan sistem memakai kawat).
Pohon hidup juga bisa dipakai sebagai media rambatan tanaman markisa, yaitu dengan cara menanam markisa di dekat pohon hidup seperti pohon jambu, pohon mangga, pohon rambutan, dll. Jarak lokasi penanaman markisa dengan pohon hidup maksimal radius 4 meter agar pohon markisa bisa tumbuh menjalar ke arah pohon hidup yang dijadikan media rambatan. Selain itu tanaman markisa juga dapat merambat di dinding-dinding rumah jika menanamnya di dekat lokasi tersebut serta dapat pula merambat ke atap rumah.
Di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan, masyarakat menanam markisa masam ungu hanya dengan dirambatkan di pepohonan, tanpa diberi para-para. Demikian pula dengan penanaman markisa manis di kawasan Puncak. Sebenarnya budidaya markisa lebih baik dilakukan dengan merambatkannya di para-para atau pagar. Namun kelemahan para-para adalah boros tempat. Kalau tanaman sudah terlalu tua, tumpukan daun tua dan ranting-ranting akan menghalangi masuknya sinar matahari. Selain itu buah juga hanya akan mau keluar di bagian pinggir para-para.
Budidaya markisa di Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Australia, kebanyakan dilakukan dengan sistem pagar. Deretan pagar dibangun mengarah utara atau selatan. Tiang pagar biasanya terbuat dari beton kemudian dihubungkan dengan kawat. Penggunaan tiang pagar dari kayu juga bisa dilakukan, namun akan lebih cepat lapuk. Padahal markisa bisa mencapai umur puluhan tahun sebelum diremajakan. Kalau tiang rambatan kayu sudah lapuk sementara tanaman masih produktif, petani akan dirugikan.
Markisa dibudidayakan dengan benih berupa biji. Biji yang terbalut pulp itu dibersihkan terlebih dahulu sebelum disemai. Untuk benar-benar menghilangkan lapisan pulp ini, biji harus dicuci dan digilas berulangkali. Pembersihan biji ini juga dapat dilakukan dengan cara fermentasi. Caranya, biji yang telah atau belum diambil pulpnya, dicampur tanah dan ditaruh di tempat teduh. Satu bulan kemudian, biji sudah bisa disemai. Pembersihan pulp dengan penggilingan masih mungkin menghasilkan biji yang dapat disemai. Asalkan dalam penggilingan untuk mengambil pulp, biji tidak mengalami kerusakan. Sebab penggilingan dapat mengakibatkan biji pecah, atau jika tidak pecah pemberian air panas (100° C) dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan biji itu tidak bisa dikecambahkan.
Markisa sangat rentan terhadap nematoda khususnya markisa jenis ungu (edulis), sedangkan yang kuning (flavicarpa) cukup resisten. Serangan nematoda akan mempercepat kematian tanaman. Selain nematoda, beberapa jenis penyakit seperti Fusarium Wilt (Fisarium oxysporum f. sp. Passiflrae). Phytophthora Blight (Phytophthora nicotianae) dan bercak coklat (Altenasia Passiflorse) serta hama bekicot yang dapat berkembang biak di daerah dingin, juga menyerang tanaman ini. Beberapa jenis pestisida yang banyak digunakan antara lain adalah insektisida: Perfekthion 400 EC, Tiodan 35 EC dan Rhocap 10 G, fungisida : Dithane M 45 dan Vitigran Blue serta nemotocida : Nemacur 400 R.
Markisa yang berasal dari buah mulai berbuah setelah berumur 9 – 10 bulan, sedangkan yang berasal dari stek, mulai berbuah lebih awal, yaitu sekitar 7 bulan. Warna buah yang pada mulanya berwarna hijau muda, akan berubah menjadi ungu tua atau kuning ketika masak. Sejak pembungaan diperlukan waktu 70 – 80 hari untuk menjadi buah masak. Buah yang masak akan terlepas dengan sendirinya dari tangkainya dan jatuh di atas tanah. Untuk mendapatkan kualitas sari buah yang baik, buah markisa harus dipanen minimal 75% tingkat kematangan. Sari buah markisa ungu ketika masak mempunyai rasa lebih manis dan beraroma lebih kuat dari pada markisa kuning.
Perlakuan pasca panen terhadap buah markisa yang akan dijual sebagai buah segar atau sari buah memiliki perbedaan. Buah markisa termasuk buah klimaterik, untuk itu jika buah tersebut akan dijual sebagai buah segar, sebaiknya buah dipanen pada saat persentase warna ungu atau kuning mencapai 50 – 70% dan disisakan tangkai buah ± 3 cm. Buah tersebut harus dijaga kenampakan kulit buahnya, yaitu tetap mulus dan tidak berkeriput. Buah markisa dapat disimpan selama 4 – 5 minggu pada suhu 70 ˚C dan kelembaban nisbi 85% – 95% tanpa merusak kualitasnya.
Buah sebaiknya dipanen minimal pada saat kematangan mencapai 75%, tetapi buah yang dipanen masak yaitu yang telah jatuh dari tangkainya akan cepat mengalami penurunan kadar air, sehingga kulitnya menjadi keriput. Namun kondisi sari buahnya tetap tidak berubah. Dari 100 kg buah dapat dihasilkan sekitar 40 kg sari buah yang masih berbiji. Pengolahan sari buah markisa cukup sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh home industry. Tetapi untuk tujuan ekspor, industri markisa harus dapat menjaga kualitas dan higenis bahan. Hal ini belum dapat dilakukan oleh home industry. Ekspor yang dilakukan di Sulawesi Selatan adalah dalam bentuk sari buah yang masih tercampur buahnya (pulp). Proses ini cukup sederhana, yaitu buah markisa dibelah dua, disendok pulpnya kemudian dimasukkan ke dalam plastik atau wadah tertentu dan langsung dibekukan (block quick freeze), kemudian di simpan di dalam cold storage selama menunggu pengapalan untuk diekspor.
Dengan kandungan gizi seperti yang telah diuraikan di atas, maka dengan mengonsumsi buah markisa akan mendapatkan manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat buah markisa bagi kesehatan manusia ialah sebagai berikut.
1)        Buah Markisa Sangat Baik bagi Penderita Asma
Markisa sangat berguna bagi penderita asma karena markisa adalah buah yang sangat bergizi dan sehat yang dapat menenangkan serangan asma. Selain karena mengandung vitamin C, markisa juga memiliki efek memblokir histamin yang menyebabkan gejala asma.
2)        Buah Markisa Memiliki Efek Relaksasi
Buah markisa memiliki efek relaksasi karena dapat membantu mengendurkan saraf dan pikiran. Buah ini sering dijadikan obat untuk masalah pencernaan dan penyakit lambung.
3)        Buah Markisa Sangat Baik bagi Penderita Insomia
Buah markisa memiliki efek mengantuk pada sistem saraf manusia sehingga membuat perasaan menjadi lebih tenang dan membantu dalam merilekskan pikiran. Hal ini sangat membantu bagi penderita insomnia atau bagi yang kesulitan untuk tidur nyenyak. Segelas jus markisa bisa  diminum sebelum tidur  untuk membantu dalam mempercepat tidur.
4)        Buah Markisa Sangat Baik Dikonsumsi oleh Orang yang Sedang Diet
Markisa sangat baik bila dikonsumsi orang yang sedang diet karena markisa memiliki kalori yang rendah, hanya 97 kal per 100 gram. Buah markisa juga rendah sodium dan lemak. Markisa juga mengandung karbohidrat dan gula alami dalam jumlah yang banyak. Nutrisi dalam buah ini bekerja menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat yang tinggi pada buah ini membuat perut menjadi kenyang, sehingga  tidak ingin memakan makanan lagi.
5)        Buah Markisa adalah Sumber Nutrisi yang Baik
Buah markisa adalah sumber vitamin C yang baik. Satu porsi buah markisa 100 gram mengandung 30 mg vitamin C. Vitamin C meningkatkan kekebalan tubuh dan merupakan antioksidan. Satu porsi buah markisa 100 gram juga mengandung 1275 IU vitamin A. Vitamin A dapat meningkatkan kualitas penglihatan, membantu dalam melawan infeksi, membuat kulit sehat bersinar, dan membantu pertumbuhan sel. Buah markisa juga merupakan sumber kalium (348 mg dalam 100 g). Mineral ini memiliki efek yang menyehatkan jantung manusia serta membantu fungsi kerja jantung, aliran dan tekanan darah dalam tubuh.
REFERENSI:
Suarcani, Ari, “Budidaya Markisa”,15 Desember 2010,http://www.tanaman.org (diakses 25 Maret 2012).
“7 Manfaat Kesehatan dari Buah Markisa”, 29 September 2011,http://www.factsandhealth.blogspot.com(diakses 25 Maret 2012).
“Nilai Kandungan Gizi Markisa”, http://www.emoo-esprit.blogspot.com(diakses 25 Maret 2012).
“Peluang Budidaya Markisa”,www.foragri.blogsome.com(diakses 25 Maret 2012).
“Tanaman Markisa”, http://www.buahku.wordpress.com(diakses 25 Maret 2012).